Dilansir dari Reuters, hal ini diungkapkan Uni Eropa pada Selasa (29/1). Selain perusahaan teknologi, perusahaan dan lembaga yang berkaitan dengan industri periklanan pun sudah melakukan penandatangan kode perilaku terkait aturan yang sama.
Eksekutif Uni Eropa mengatakan bahwa para penandatangan kode praktik telah mengambil langkah-langkah untuk menghapus akun palsu dan membatasi situs yang mempromosikan berita palsu. Namun, sayangnya masih kurang dan membutuhkan aksi serupa yang lebih banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:6 Trend Perdagangan Digital 2019 |
Parlemen Eropa akan mengadakan pemilihan pada bulan Mei. Pemilihan ini membuat Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Yunani, Polandia, Portugal dan Ukraina akan melakukan pemilihan beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, terhadap Twitter harus memberikan rincian lebih lanjut tentang langkah-langkahnya. Terakhir, browser online Mozilla harus memiliki lebih banyak informasi tentang bagaimana itu akan membatasi rincian tentang kegiatan browsing pengguna.
Google mengatakan telah mengumumkan beberapa langkah seperti mengungkapkan apakah organisasi politik atau kelompok advokasi masalah politik membayar untuk iklan pemilihan parlemen Eropa, dan mendirikan perpustakaan dengan rincian ini.
Project Shield Google akan membantu melindungi kelompok kampanye dan jurnalis dari serangan dunia maya. Facebook mengatakan pertempuran melawan berita palsu adalah yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Mozilla tidak punya komentar langsung. (age)