Pengamat: Motor Masuk Tol Sama Saja Pangkas Jumlah Populasi

tim, CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 13:51 WIB
Pengamat: Motor Masuk Tol Sama Saja Pangkas Jumlah Populasi Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/caoyu36)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat Keselamatan dari Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu menanggapi usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo soal sepeda motor masuk tol. Menurutnya, motor 'melenggang' masuk tol di Indonesia tak seharusnya dipermasalahkan asal prasarananya menunjang untuk pengendara motor.

Dijelaskan Jusri, yang menjadi permasalahan adalah tidak tersedianya jalur khusus motor di banyak ruas tol di Indonesia menyimpulkan belum waktunya mencampur motor dengan kendaraan roda empat atau lebih di tol.

Dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah PP Nomor 44 Tahun 2009, yang merevisi Pasal 38 PP Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol.


Pada Pasal 1a menjelaskan bahwa pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Artinya tol harus tersedia lajur khusus pengendara sepeda motor untuk menghindari kecelakaan yang melibatkan motor.

"Maka dengan tegas saya jawab belum waktunya (kalau dicampur). Mengingat ada tiga elemen utama keselamatan di jalan raya belum ideal di Indonesia," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/1).

Jusri menyampaikan bahwa poin pertama, yaitu masih lemah budaya tertib berlalu lintas masyarakat Indonesia. Kedua, pemahaman masyarakat terhadap arti keselamatan masih rendah. Ketiga minimnya empati para pengendara di jalan raya.

"Itu yang sangat berbeda antara kita dari negara-negara asing. Mereka tiga elemen tadi sudah ideal," ucap Jusri.

Kata Jusri jika mencampur sepeda motor dengan mobil, justru menambah jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

"Kalau dicampur, keberhasilan kita 'menurunkan jumlah populasi'. Tahukan artinya, banyak yang mati. Makanya belum waktunya," ucap Jusri.

Usulan motor masuk tol kembali ramai diperbincangkan masyarakat setelah diembuskan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo pada akhir pekan lalu. Hal ini sebelumnya sempat ditentang kepolisian dengan alasan berpotensi menimbulkan masalah baru di tol.

Sejauh ini pemerintah baru memberi ruang gerak motor untuk memasuki dua ruas tol, yaitu di jembatan Suramadu dan tol Mandara Bali. (ryh/mik)