Peneliti Kembangkan Alat 'Panen' Sinyal WiFi Jadi Listrik

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 31/01/2019 20:15 WIB
Peneliti Kembangkan Alat 'Panen' Sinyal WiFi Jadi Listrik Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Technical University of Madrid mengembangkan alat yang bisa mengonversi sinyal WiFi menjadi listrik.

Perangkat yang dinamakan rectenna atau singkatan dari rectifying antenna merupakan antena yang mengonversi tenaga elektromagnetik menjadi arus searah (DC).

Alat ini akan bekerja menggunakan frekuensi radio yang menangkap elektromagnetik (termasuk yang berasal dari WiFi) sebagai gelombang arus AC.


Tim peneliti menggunakan bahan yang terhitung fleksibel yakni molybdenum disulfide (MoS2) dengan ketebalan hanya tiga atom. Ketika terpapar zat kimia, bahan ini akan membuat semikonduktor dan logam bereaksi hingga menghasilkan listrik.

Alat pengonversi ini mampu menghasilkan listrik sekitar 40 microwatt. Meski tidak signifikan, namun peneliti mengatakan daya ini bisa menyalakan lampu LED.

Dengan daya yang kecil, peneliti mengatakan teknologi ini bisa digunakan untuk area luas atau perangkat kecil seperti ponsel, alat medis, hingga sensor yang harus dimasukkan ke dalam organ tubuh.

Jesús Grajal, tim peneliti dari University of Madrid mengatakan hasil pengembangan ini ideal untuk digunakan karena tidak membutuhan baterai.

"Pengembangan alat ini ideal lantaran tidak butuh baterai untuk mengonversi. Tidak bisa dibayangkan jika menggunakan baterai lalu kandungannya bocor dan memicu kematian pasien," ucap Grajal seperti dilansir Science Alert.

Hasil pengembangan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini disebut juga bisa memanen frekuensi radio dari perangkat elektronik WiFi, Bluetooth, sinyal LTE, dan lainnya.

"Kami telah menemukan cara untuk memberdayakan perangkat elektronik - dengan memanen sinyal WiFi yang bisa dipakai untuk mengembangkan sistem kelistrikan dari benda-benda di sekitar kita," jelas Xu Zhang, tim peneliti dari MIT.

Pengembangan ini sebenarnya bukan yang pertama di dunia. Sebelumnya tim peneliti dari Ohio State University juga mengembangkan alat untuk 'memanen' sinyal WiFi berkekuatan 2,45 GHz hingga menghasilkan listrik. (evn/evn)