Salah satu misi tersebut akan kembali mendaratkan pesawat di Bulan dengan misi Chang'e 5. Rencananya pendaratan akan dilakukan di akhir tahun dan membawa sampel permukaan Bulan ke Bumi. Misi ini akan meluncur dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Propinsi Hainan.
Sebelumnya, China membuat sejarah ketika berhasil mendaratkan misi Chang'e 4 ke sisi terjauh yang ada di balik Bulan. Bebrapa jam setelah pendaratan, mesin eksplorasi itu berhasil mengirimkan foto permukaan bulan yang tidak pernah tereksplorasi itu untuk pertama kalinya. Tapi, misi pendaratan di kawah Von Karman itu barulah permulaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roket ini rencananya dirancang untuk membawa instrumen penjelajah Bulan yang akan membawa sampel permukaan Bulan kembali ke Bumi.
Sampel Bulan yang mereka bawa akan ditempatkan di dalam wadah dan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis dan diteliti.
Pendorong naik ini akan naik dari permukaan Bulan dengan membawa sampel di bagian belakang dipandu lantas mengorbit mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi dan mendarat di wilayah Siziwang Banner, sebuah kawasan otonom di Mongolia Dalam.
Jika wahana ini berhasil membawa contoh pasir permukaan Bulan, Chang'e 5 akan jadi pesawat ruang angkasa kedua yang berhasil membawa sampel Bulan kembali ke Bumi setelah Luna 24 yang diterbangkan Uni Sovyet pada 1976. CASC belum memberikan komentar terkait hal ini, seperti dilaporkan Cnet. (eks/eks)