Pria karib disapa Bamsoet itu menolak disebut sebagai pihak yang mencetuskan keinginan motor masuk tol. Bagi Bamsoet, banyak orang 'sok tahu' ikut merespons pasca ia menyampaikan keinginan para pesepeda motor itu beberapa waktu lalu.
"Pertama, gagasan itu bukan ide saya tapi aspirasi para pemotor yang jumlahnya jutaan dan saya hanya meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah dan memperjuangkannya," kata Bamsoet mengutip keterangan resminya, Senin (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyatakan sepeda motor boleh masuk tol bukan berarti bercampur dengan moda transportasi lain seperti mobil, bus, dan truk. Ia menekankan bahwa sepeda motor harus mempunyai lajur terpisah.
"Pengguna jalan tol sebagaimana yang dimaksud adalah, bukan langsung bergabung bersama-sama pengguna mobil jalan tol yang selama ini sudah berjalan sebagaimana disampaikan banyak pihak dan menimbulkan pro-kontra," ucapnya.
Operator Tol Dinilai Takut Rugi
Dikatakan Bamsoet, operator jalan bebas hambatan (tol) maupun investor yang menolak usulan motor masuk tol dinilai takut mengalami kerugian. Sebab, ia menjelaskan wacana itu membuat mereka tidak 'nyaman' karena berpotensi menurunkan pendapatan dengan menyediakan fasilitas khusus sepeda motor di tol.
"Sebab, mereka nanti akan terpaksa menyediakan berbagai sarananya sesuai aturan. Dan mereka akan dengan sekuat tenaga menggunakan jaringannya untuk menolak wacana ini," katanya.
"Sudah saatnya kita sebagai anak bangsa peduli. Kita tidak boleh membiarkan rakyat berjuang sendirian di tengah kemacetan jalan segala arah dari kekacauan sistem Transportasi dengan bertaruh nyawa. Mereka juga ingin menikmati infrastruktur tanpa diskriminasi yang dibangun oleh negaranya, dengan nyaman dan aman seperti para pemilik mobil," tutup Bamsoet. (ryh/mik)