Dalam sebuah pernyataan Jumat (1/2), chairman Foxconn Terry Gao memutuskan untuk tetap kukuh pada rencana awal setelah ia bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Dalam perbincangan tersebut, keduanya membahas rencana pembangunan pabrik di AS.
"Keputusan kami berdasarkan evaluasi komprehensif dan sistematis untuk menentukan mana yang paling cocok untuk proyek kami di Wisconsin," tulis Foxconn dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Ia juga mengatakan belum ada kepastikan terkait lokasi, jumlah karyawan yang akan direkrut, hingga ahli yang bertanggung jawab untuk riset dan pengembangan.
Tarik ulur rencana pembangunan pabrik Foxconn di AS telah diumumkan sejak 2017 silam. Saat itu, pemanufaktur utama Apple ini mengindikasikan akan membuat memproduksi panel layar berukuran raksasa untuk televisi dan perangkat premium lainnya.
Saat itu Foxconn dijanjikan insentif pemotongan pajak sebesar US$3 miliar (sekitar Rp40 triliun rupiah).
Kendati demikian, ahli ekonomi dari University of Wisconsin Steven Deller menilai pendirian pabrik ini merupakan langkah ragu-ragu yang terkesan mempermainkan AS.
"Saya rasa mereka sedang bermain-main. Mereka sebelumnya telah sepakat atas hal serupa di India, Brasil, dan Pennsylvania. Mereka mempunyai catatan kerap menjanjikan sesuatu dan tidak mewujudkannya," ucap Deller. (lea/evn)