Beda Honda PCX Listrik dan Viar Q1 Saat Hadapi Banjir

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 20:43 WIB
Beda Honda PCX Listrik dan Viar Q1 Saat Hadapi Banjir Honda PCX Electric. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu tanda tanya yang kerap muncul soal mobil listrik yaitu kemampuannya menghadapi banjir. Dua produk motor listrik dari merek besar yang sudah kita kenal, Viar Q1 dan Honda PCX Electric, punya terapan yang berbeda.

Saat peluncuran pada Juni 2017, Viar pernah mengklaim Q1 aman dari genangan air atau banjir. Buktinya, skuter dengan teknologi motor listrik dari Bosch itu ditampilkan sedang terendam banjir menggunakan alat peraga.

Beda Honda PCX Listrik dan Viar Q1 Saat Hadapi BanjirViar Q1. (Foto: e-viar.com)
Pada salah satu materi di instagram yang diunggah akun @kecebong_disco bisa terlihat Q1 dibiarkan tetap menyala hingga ban belakangnya terus berputar meski setengah terendam air. Motor listrik yang menempel di pelek belakang terpantau seolah tanpa masalah kena air yang notabene rawan korsleting.


[Gambas:Instagram]

Pada peluncuran PCX Electric pada 31 Januari lalu, Technical Service Astra Honda Motor (AHM) Reza Rezdie Shahertian mengatakan PCX dengan motor listrik itu sudah dipersiapkan buat segala hal, terutama aman saat melibas banjir. Walau begitu ada syaratnya bisa demikian.

Batas aman skuter hijau itu melewati banjir disebut Reza di bawah 30 cm. Bila lebih dari itu disarankan pengemudi segera menghentikan laju motornya.

Jika pengemudi tak sadar melintasi genangan air lebih dari 30 cm, maka lampu peringatan pada panel instrumen yang berbentuk segitiga dengan tanda seru disebut bakal berkedip.

"Kalau aliran air yang melebihi batas normalnya ada lampu peringatan nyala. Nah itu harus matikan kunci kontak, terus dorong," kata Reza ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Beda Honda PCX Listrik dan Viar Q1 Saat Hadapi BanjirMotor listrik Honda PCX Electric. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

Reza mengatakan ada potensi kerusakan komponen jika sistem tidak langsung dimatikan. Disebutkan juga, dari sisi keselamatan, PCX Electric tidak membuat pengemudinya tersetrum saat melibas banjir.

"Hasil pengetesan kita sih di 30 cm masih aman. Tapi lebih dari situ masih aman (tidak tersetrum), tapi motor sudah tidak bisa dipakai lagi," ucap Reza.

Terkait komponen yang kemungkinan rusak, Reza tidak bisa menyimpulkan. Katanya kerusakan komponen bisa diketahui setelah PCX Electric yang habis kebanjiran diperiksa di bengkel dengan sistem komputerisasi.

Diungkap Reza ada tiga komponen kelistrikan PCX Electric yang letaknya di bagian bawah atau mudah terendam air, yakni motor listrik, komponen charger unit, dan power control unit (PCU).

Reza tidak menjawab apakah PCX Electric mampu dioperasikan dalam kondisi seperti peraga kebanjiran pada Q1. Sebagai perbandingan saja, ground clearance Q1 155mm atau lebih tinggi dari PCX Electric 132mm.

General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menegaskan PCX Electric aman dari banjir, namun dengan syarat ketinggian air maksimal 30 cm.

"Jika di atas itu akan ada indikator yang mengingatkan pengendara untuk menghindari genangan. Jika genangan air semakin tinggi, pengendara tak usah khawatir, karena teknologi pcx Electric akan secara otomatis mematikan mesin. Pengendara tinggal mencari lokasi tanpa genangan untuk menyalakan lagi motornya," kata Muhib saat dihubungi, Rabu (6/2). (ryh/fea)


BACA JUGA