Pengumuman ini hanya dua minggu setelah perusahaan otomotif asal Swedia itu menarik 219.000 kendaraan untuk memperbaiki potensi kebocoran bahan bakar di bagian mesin.
Diberitakan AFP, Kamis (7/2), perusahaan mulai mengingatkan konsumen XC60 model 2018-2019 bahwa ada kerusakan pada bagian pintu belakang mobil tersebut. Dijelaskan Volvo, jika tidak segera diperbaiki bisa berpotensi menyebabkan "cedera".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah tindakan pencegahan untuk menghindari masalah di masa depan," kata Volvo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ponsel Pintar akan Gantikan Kunci Mobil |
Volvo Cars --yang dimiliki oleh perusahaan otomotif asal China Zhejiang Geely Holding Group Co Ltd,-- sejak 2010 telah meraih keuntungan. Perusahaan kini mulai fokus pada kendaraan otonom (bergerak otomatis) dan yang ditenagai oleh motor listrik atau hybrid.
Volvo terus berinovasi salah satunya memperbanyak penggunaan limbah plastik untuk menjaga lingkungan tetap bersih.
Volvo Cars berkomitmen setidaknya 25 persen mobil keluaran terbaru Volvo akan menggunakan bahan daur ulang mulai 2025.
Lihat juga:Proton Dibantu Geely Serbu China |
"Kami pikir ini masuk akal untuk bisnis Volvo," kata Stuart kepada Reuters.
Banyak perusahaan besar sedang merancang produknya yang dapat didaur ulang termasuk rencana Volvo yang selangkah lebih maju dengan membangun lebih banyak bahan daur ulang ke lini produksinya. (ham/mik)