Salah satu serangan siber yang belakangan marak terjadi yakni pencurian data dengan motif menyebarkan malware di ponsel.
Terlebih saat ini perusahaan telekomunikasi bukan hanya menyediakan layanan pesan singkat dan telepon, tapi merambah ke akses internet. Internet menjadi gerbang pengguna menggunakan beragam layanan, sekaligua bagi pertas melancarkan serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian serangan dengan teknik DDoS sudah bisa ditangkal oleh para perusahaan telekomunikasi. Pasalnya teknik serangan ini adalah yang paling sering digunakan untuk menyerang perusahaan telekomunikasi.
Surung mengatakan perusahaan telekomunikasi sudah memiliki sistem keamanan yang mampu menangkal ancaman-ancaman keamanan dasar. Kendati demikian, untuk menangkal jenis-jenis serangan baru, perusahaan telekomunikasi harus meningkatkan ekosistem sistem keamanan.
Sementara jenis serangan baru lainnya adalah serangan melalui perangkat IoT. IoT dianggap oleh Surung bisa dijadikan medium serangan oleh peretas.
"Atau serangan yang katakanlah masuk lewat IoT, karena kita tahu begitu banyak IoT, mungkin kalau merek ponsel kita bisa mention, kalau di Indonesia mungkin baru puluhan, tapi IoT device masih banyak yang tidak terlindungi," tutur Surung. (jnp/evn)