Para peneliti mengungkap fosil-fosil ini merupakan struktur tubular kecil yang bergerak di lumpur lunak. Pergerakan ini dilakukan untuk mencari makan di laut yang tenang dan dangkal. Fosil ini berada di era dimana Bumi kaya akan oksigen. Sehingga memungkinkan untuk menunjang kehidupan mahkluk hidup seluler yang sederhana hingga akhirnya mereka berevolusi menjadi mahkluk yang lebih rumit, jelas para peneliti, Senin (11/2).
Kehidupan awal di Bumi berupa organisme bakteri sel tunggal yang bergerak di dimulai sekitar 4 miliar tahun lalu. Lebih dari 2 miliar tahun kemudian baru muncul era mahkluk bergerak pertama ini. Namun, kehidupan pertama itu tidak memiliki kemampuan untuk bergerak secara independen atau disebut motilitas. Fosil yang ditemukan di Gabon ini berusia sekitar 1,5 miliar tahun lebih tua dari temuan fosil bergerak pertama dan awal kemunculan kehidupan hewan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Menguak Misteri Umur Bumi dan Semesta |
Identitas dari mahkluk hidup bergerak pertama ini masih menjadi misteri. Sebab, fosil itu tidak menyisakan bentuk organismenya sama sekali. Struktur turbular ini memiliki panjang 170 milimeter, terbuat dari materi organik. Diperkirakan organisme ini bergerak dengan helaian bulu berlendir yang untuk bergerak di lumpur.
Sebagai perbandingan, mahkluk bertulang belakang pertama muncul sekitar 525 juta tahun lalu, dinosaurus 230 juta tahun lalu, dan Homo Sapiens 300 ribu tahun lalu.
Para peneliti memperkirakan evolusi motilitas ini relatif mengalami penurunan setelah era organisme Gabon. Sebab pada 2,08 miliar tahun lalu terjadi penurunan kadar oksigen yang dramatis di Bumi. Penelitian ini dipublikasikan di Akademi Sains Nasional Proceedings. (reuters/eks)