Mercedes-Benz Coba Peruntungan di Segmen Truk 'Flexy Engine'

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 17:29 WIB
Mercedes-Benz Coba Peruntungan di Segmen Truk 'Flexy Engine' Foto: Mike Blake
Jakarta, CNN Indonesia -- Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), selaku pemegang merek truk Mercedes-Benz mengaku tertarik mengembangkan kendaraan 'flexy engine' untuk pasar otomotif Tanah Air.

Kendaraan flexy bakal mendapat insentif seperti yang ada pada bocoran draf harmonisasi skema pajak rumusan Kementerian Perindustrian untuk program low carbon emmision vehicle (LCEV).

Flexy engine bisa diartikan sebegai kendaraan berbahan bakar fleksibel atau alternatif yang disebut "flexy". Kendaraan tipe itu mampu menggunakan bahan bakar energi terbarukan seperti CPO atau BBM campuran minyak sawit (B20), dan etanol dari tebu.


"Kami selalu lihat pemerintah itu punya peraturan apa aja. Kita juga tahu rencana pemerintah seperti apa. Dan dua tren yang sekarang kami lihat adalah B20 dan B30," kata Marketing Director Truck Indonesia DCVI Maximilian Knorr di Jakarta, Selasa (12/2).

Tidak hanya itu menurut Knor pihaknya juga menyanggupi memasarkan truk dengan sertifikasi emisi gas buang Euro 4.

"Dan kami juga tahu sistem Euro 4 sekarang, dan tidak perlu khawatir bahwa Mercedes-Benz punya seluruh teknologi dan kemampuan untuk mengakomodir seluruh permintaan pemerintah. Jadi nantinya kalau dibutuhkan b20 b30 ini kami akan mengakomodasi," ucapnya.

Untuk diketahui, pada bocoran insentif LCEV kendaraan flexy dan compressed natural gas (CNG) menyebutkan bagi mobil dengan kadar emisi CO2 di bawah 100 gram per km bermesin 3.000 cc mendapat insentif sebesar 20 persen.

Intinya potongan pajak ditentukan dari besaran karbon yang dikeluarkan dan isi silinder mesin. Namun, besaran potongan pajak tetap lebih besar untuk kendaraan listrik, baik jenis hybrid hingga murni listrik ketimbang flexy.

"Pada saat ini bahan bakar yang tersedia dan digunakan di pasaran, produk kami sudah bisa menggunakan. Dan kami persiapkan (kendaraan) jenis bahan bakar masa depan," kata Knorr.

Pasar Truk Mercedes-Benz

Tren penjualan kendaraan komersial Mercedes-Benz Indonesia selama 2018 terasa positif.

"Kami sebetulnya mulai jualan itu 2017, tapi memang tidak full 2017 jualan. Nah 2017 itu udah cukup kuat, tapi 2018 ternyata jauh lebuh kuat lagi. Sampai empat digit sales number," kata Knorr.

Ia mengatakan produk terlaris sepanjang 2018 adalah Axor yang bermain pada segmen truk onroad.

"Seperti biasa kami tidak bisa sebutkan angka. Cuma yang kami bilang itu dari 2017-2018 Axor naik penjualannya 209 persen," tutup Knorr. (ryh/mik)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA