China Gelar Pawai Mobil Otonom Terbesar di Dunia

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 12:37 WIB
China Gelar Pawai Mobil Otonom Terbesar di Dunia Chongqing Changan Automobile mendapatkan gelar “Parade Mobil Otonom Terbesar” dari Guinness World Records. (Foto: Dok. Guinness World Records).
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat banyak pihak di berbagai negara masih ragu soal cara kerja, keselamatan, dan keamanan mobil otonom. Di China, salah satu produsen lokal malah menggelar pawai mobil otonom yang masuk catatan Guinness World Records.

Pawai itu digelar oleh Chongqing Changan Automobile pada akhir tahun lalu. Lokasi penyelenggaraannya berada di lintasan pengujian di Dianjiang di Chongqing, China.

Dari keterangan resmi Guinness World Records dijelaskan ada 55 unit Sport Utility Vehicle (SUV) Changan CS55 berteknologi otonom yang ikut dalam pawai.
Atas usaha ini Guinness World Records memberikan plakat bertuliskan "Parade Mobil Otonom Terbesar" buat Changan.


Semua mobil berjalan beriringan dengan kecepatan konstan 30 km per jam selama sembilan menit tujuh detik dan menempuh jarak 3,2 km. Jarak antara satu mobil dengan lainnya cukup dekat, tidak sampai sepanjang dua mobil.

Buat usaha mendapatkan rekor, Changan sudah membuat berbagai perubahan pada sensor serta kontrol keputusan dan pergerakan. Demi keselamatan, setiap unit tetap ditemani pengemudi di depan kemudi namun tidak diperkenankan mengambil alih selama konvoi.

"Para pengemudi yang berpartisipasi dalam tes tidak memiliki kontak dengan sistem autopilot sama sekali, jadi kami harus membangun kepercayaan mereka pada sistem kami," kata Yang Guo, insinyur mobil otonom dari Changan Automobile, mengutip Carscoops, Kamis (14/2).

Awalnya ada 56 unit Changan, tetapi karena salah satu sopir mengambil alih kendali, lantas mobil yang dikendalikan mesti didiskualifikasi.

Seperti diketahui pro kontra mobil otonom secara global terus terjadi. Sebagian masyarakat menolak, namun di satu sisi perkembangan industri otomotif tak bisa dihindari.

Mobil otonom sendiri bukan tanpa masalah. Pengujiannya bahkan sudah pernah memakan korban, salah satunya terjadi pada 2018 saat SUV otonom Uber 'menggilas' pesepeda dalam kecepatan 64 km per jam.

Atas insiden tersebut Uber mengumumkan bahwa hal itu menghentikan sementara pengujian mobil otonomnya di Amerika Serikat dan Kanada. (ryh/fea)