Kecerdasan buatan diklaim Shinta mampu mendeteksi fenomena 'tuyul' dengan tingkat akurasi mencapai 98 persen. Bahkan Gojek mengklaim sistemnya mampu menangkal opik (order fiktif) sebelum sampai ke aplikasi pengemudi.
"Salah satu keberhasilan sistem kami adalah mengindentifikasi yang kemudian Kami laporkan dan ditindak secara hukum oleh Polda Metro Jaya," ujar Hans di Jakarta, Kamis (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa oknum berhasil dibekuk karena terbukti bertindak sebagai koordinator sindikat pelaku order fiktif yang telah mengganggu ketenangan mitra driver Gojek lainnya.
"Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Laporan dan bukti-bukti yang kami berikan, diproses dengan cepat sehingga sindikat pelaku order fiktif dapat segera ditangkap untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut," tutur Hans.
"Kami melihat bahwa jalur penindakan hukum perlu juga kami ambil sehingga memberikan efek jera," tutup Hans. (evn)