Pengujian itu dilakukan oleh km77.com yang kerap melakukan pengetesan kendaraan secara mendalam. Performa ujian zig-zag atau dikenal dengan nama moose test karena diibaratkan situasi menghindar dadakan dari rusa atau rintangan lainnya di jalanan, diabadikan lewat video.
Jadi setidaknya kita semua bisa menilai berdasarkan visual bukan melalui 'perasaan' tester.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Catatan Sejarah Generasi Jimny |
Autoevolution menjelaskan tester mengungkap dua masalah signifikan pada Jimny. Pertama steering rack pada kemudi terlalu panjang jadi pengemudi tidak bisa merespons cepat pada uji zig-zag.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ujian pertama dilakukan pada kecepatan 76 km per jam. Jimny terlihat menabrak beberapa pembatas kerucut saat berusaha tetap di rute. Kejadian serupa terulang pada kecepatan 71 km per jam dan 72 km per jam.
Dijelaskan ujian zig-zag bisa sukses dilakukan, tanpa menjatuhkan kerucut, pada kecepatan 68 km per jam. Dikatakan kecepatan itu sangat rendah buat ujian seperti ini.
Lihat juga:Suzuki Jimny Bakal 'Mengaspal' di Indonesia |
Pada September 2018, Euro NCAP merilis bahwa Jimny hanya mendapatkan rating 3 bintang pada uji tabrak. Jimny mendapatkan hasil 73 persen perlindungan penumpang dewasa, 84 persen perlindungan anak kecil, dan 52 persen soal fitur bantuan keselamatan mengemudi.
Sejak Jimny dipamerkan di Indonesia pada Agustus 2018, Suzuki Indonesia menyatakan mempertimbangkan, bukan hanya meluncurkan tetapi juga memproduksi Jimny di dalam negeri.
Lihat videonya sebagai berikut.
[Gambas:Youtube] (fea)