Istilah supermoon pertama kali diperkenalkan oleh Richard Nolle pada tahun 1979. Penggunaan istilah supermoon mengacu pada bulan purnama yang lebih terang dari biasanya.
Gordon Johnston dalam situs NASA menuliskan penamaan supermoon secara historis ada kaitannya dengan penanggalan dan perubahan musim di masing-masing daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Malam Ini Super Snow Moon Hiasi Cakrawala |
Lain halnya dengan suku di Amerika Utara yang menggunakan penamaan Hungry Moon. Supermoon yang terjadi saat musim dingin membuat pasokan makanan langka dan perburuan lebih sulit.
Dalam kalender Islam, supermoon menjadi penanda tengah bulan Jumadil Akhir atau bulan keenam kalender. Awal bulan ditandai dengan kemunculan bulan sabit.
Mengutip NASA, puncak supermoon malam ini akan terjadi hanya 6 jam 50 menit setelah perigee.
Supermoon berikutnya pada tahun 2019 akan terjadi pada 21 Maret mendatang. Bedanya, jarak bulan dan perigee pada Maret nanti mencapai 360.000 kilometer. (evn)