Managing director Ipsos Suprapto Tan mengatakan temuan ini patut disoroti, pasalnya meski melakukan transaksi digital namun sistem pembayarannya masih kuno.
"Yang menarik di sini walaupun secara pertumbuhan e-commerce tumbuh triple digit dalam lima tahun, tapi konsumen pola pikirnya (pembayaran) masih konservatif," kata Suprapto dalam acara bertajuk "E-Commerce 4.0 - What's Next", di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:4 Sosok di Balik Startup Unicorn Indonesia |
Cari cara beralih ke opsi pembayaran online
Dalam kesempatan yang sama, pengamat ekonomi Yustinus Prastowo mengatakan minimnya penggunaan pembayaran online merupakan hal yang cukup ironis di era digital.
Yustinus menjelaskan pemerintah harus bisa membangun infrastruktur gerbang pembayaran yang mumpuni agar mau dan bisa melakukan pembayaran online dengan mudah.
"Ada infrastruktur payment gateway, ternyata Bank Indonesia juga struggle siapkan payment gateway. Ironis sudah belanja online bayarnya masih transfer karena tidak ada platform. Nah ini tantangan bagi pemerintah," tutur Yustinus. (jnp/evn)