NASA membayar SpaceX US$2,6 miliar dan Boeing US$4,2 miliar untuk membangun sistem peluncuran roket dan kapsul buat mengembalikan astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dari Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak program Antar-Jemput AS redup pada 2011.
Tepat sebelum penerbangan uji coba tak berawak pertama yang dijadwalkan pada 2 Maret, panel penasehat keselamatan NASA menuliskan empat poin risiko penerbangan dalam laporan tahunan 2018 yang keluar awal bulan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber Reuters yang paham mengenai program tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa kekhawatiran badan antariksa melampaui empat item yang tercantum.
Kekhawatiran mencakup buku besar risiko yang pada awal Februari berisi 30 hingga 35 masalah teknis yang tersisa masing-masing untuk SpaceX dan Boeing. Reuters tidak dapat memverifikasi apa saja dari hampir tiga lusin item itu. Tetapi sumber-sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan perusahaan-perusahaan itu harus menangani sebagian besar kekhawatiran itu sebelum menerbangkan astronot dan akhirnya wisatawan ke luar angkasa.
Basis data risiko NASA diperbarui secara rutin selama proses sertifikasi ketat NASA. Proses ini meliputi pengumpulan data, tes, dan kolaborasi dengan SpaceX-Boeing. Sistem Boeing dan SpaceX telah ditunda beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.
"Terbang dengan aman selalu diutamakan daripada jadwal." ujar Finch.
Juru bicara Boeing Josh Barrett mengatakan perusahaan 'menutup' risiko kerentanan struktural kapsul ketika menyelesaikan program uji struktural pada Januari.
"Angka-angka kami menunjukkan bahwa kami melebihi persyaratan keselamatan NASA," kata Barrett.
Juru bicara SpaceX James Gleeson mengatakan perusahaan itu, yang bekerja dengan NASA, telah mengembangkan salah satu sistem spaceflight manusia paling aman dan tercanggih yang pernah dibangun.
"Tidak ada yang lebih penting bagi SpaceX daripada kru terbang yang aman," kata Gleeson. (age)