Uji Produk

Tes Kemampuan Ban Corsa untuk Skutik 150 cc

mik, CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 17:14 WIB
Tes Kemampuan Ban Corsa untuk Skutik 150 cc Ban Corsa Platinum M5 diluncurkan akhir tahun lalu untuk skuter matik dengan diameter 13 inci. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ban adalah komponen paling penting pada sepeda motor. Tanpa si karet bundar, motor cuma sebongkah tumpukan besi dan plastik.

Untuk sebagian besar konsumen, memilih mengganti ban motor biasanya sesuai rekomendasi pabrikan, sebab teknologinya sudah disesuaikan. Hal itu membuat konsumen malas mencoba-coba yang pada akhirnya bikin hati kesal.

Terlepas dari itu ternyata banyak produsen ban di Indonesia menyediakan ban aftermarket. Mereka masuk ke pasar motor yang volume penjualan motornya cukup besar, salah satunya segmen skuter matik (skutik) 150 cc.


Untuk diketahui Indonesia tengah 'demam' skutik 150 cc bodi 'bongsor' sejak kehadiran Yamaha Nmax. Motor itu bertarung dengan Honda PCX merebut konsumen dalam negeri, namun selama semester I 2018, skutik Nmax masih rajanya.

Meski masuk ke segmen skutik 150 cc namun ada perbedaan penggunaan pelek antara kedua model itu. Nmax menggunakan pelek diameter 13 inci, dan pesaingnya diameter 14 inci.

Data penjualan wholesales sepanjang Januari-Juni 2018 (dari pabrik menuju dealer) Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Nmax terjual 199.862 unit, sementara PCX cuma 72.411 unit yang baru distribusi ke pasar pada Februari 2018.

Wajar saja sejumlah pabrik ban 'ngotot' menyediakan pasokan ban aftermarket yang sesuai untuk skutik Nmax dengan harapan 'sama-sama' ketiban rezeki.

Hasil penelusuran CNNIndonesia.com, beberapa pabrikan ban ikut-ikutan menyediakan ban untuk Nmax mulai dari Zeneos, Pirelli, Aspira dan terakhir yang mencoba peruntungan, yaitu Corsa dengan meluncurkan Platinum M5 akhir tahun lalu. Konsumen kian dihadapkan dengan beberapa pilihan.

"Sejak diluncurkan pada Februari 2015, penjualan Nmax terus meningkat. Kami ingin mengakomodir kebutuhan pengguna Nmax dengan menyediakan ban untuk kebutuhan sehari-sehari," kata M Sulkan Arif, Technical Support National PT Multistrada Arah Sarana Tbk kepada media di Bogor beberapa waktu lalu.

CNNIndonesia.com sempat menguji performa ban ukuran 120/70-13 untuk kaki depan dan 140/70/13 untuk kaki belakang dari Jakarta sampai Bogor, Jawa Barat.

Di sela-sela acara uji ban, Arif meyakini Corsa Platinum M5 sudah disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia dan penggunaan skutik 150 cc untuk penggunaan sehari-hari, dalam dan luar kota.

Corsa M5 menyuguhkan alur pattern yang hampir mirip dengan kompetitornya yaitu teratur dan berjarak. Kendati hampir sama, namun klaim masing-masing pabrikan setiap ban yang mereka produksi bisa memaksimalkan performa kendaraan tanpa mengurangi kenyamanan berkendara.

Yang membedakan Corsa M5 adalah arah pattern ban depan dibuat terbalik dengan putaran roda atau mereka sebut konsep "reverse" (alur depan dan belakang berlawanan). Keuntungannya meningkatkan traksi ban ketika motor bergerak di lintasan basah atau kering, kecepatan sedang sampai tinggi.

Untuk diingat, konsep reverse ban Corsa itu terinspirasi ban-ban Michelin yang umumnya untuk motor dan mobil berperforma. Dan ini ada alasan mengapa ban-ban Corsa memiliki teknologi ban asal Prancis.

"Ihwal kami menggunakan reverse pada ban-ban yang kami produksi sejak Michelin akuisisi PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) oleh Michelin," ucap Sulkan.

Akuisisi 80 persen saham MASA oleh Michelin setidaknya memberi pengaruh pada kualitas produk-produk yang Multistrada produksi untuk kebutuhan konsumen di dalam negeri.

Impresi awal mengendarai Nmax bersepatu Corsa M5 di lintasan lurus sama persis saat skutik menggunakan ban standar yang dipercaya sebagai Original Equipment Manufacturer (OEM).

Hanya saja, Corsa M5 lebih 'expert' dengan teknologi yang dimiliki, yaitu memiliki jenis kompon cenderung soft guna meningkatkan daya cengkeram ban ke aspal. Daya cengkeram yang dihasilkan ban membuat lebih percaya diri berkendara agresif.

Kelebihan kompon seperti itu meningkatkan kepercayaan diri pengendara. Berkendara lebih asyik karena motor nyaman diajak meliuk-liuk di lintasan. Namun kompensasi yang harus diterima konsumen adalah ban cepat 'botak'.

Untuk itu 'mengakali', Multistrada melakukan penyesuaian pada kedalaman 'groove' ban, yaitu 5 mm untuk ban depan dan 6 mm untuk ban belakang.

Dijelaskan Arif, jenis kompon 'medium to soft' untuk ban skutik 150 cc memang tak biasa, dan banyak dikeluhkan konsumen lantaran usia pakai lebih singkat. Hal itu coba ia bantah. Menurutnya kompon ban Corsa M5 mampu digunakan secara optimal hingga 15.000 km (ban depan) dan 12.000 km (ban belakang).

Rahasia lain terletak pada 'rim guard' di ujung lingkaran ban, yang sudah umum pada ban-ban untuk mobil penumpang. Istilah itu untuk menebalkan bagian yang bersinggungan dengan pelek, tujuannya untuk melindungi pelek dari benturan.

Uji singkat dari Jakarta sampai Bogor jarak tempuh sekitar 60 kilometer perjalanan menyimpulkan bahwa ban Corsa M5 cocok untuk konsumen yang suka menempuh perjalanan jauh.

Alur ban yang teratur dan grip yang baik membuktikan bahwa perusahaan sangat fokus menyediakan ban untuk skutik 150 cc. (mik)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA