Huawei memproduksi inverter untuk panel surya yang digunakan untuk mengubah tenaga matahari langsung yang dikumpulkan panel menjadi arus listrik AC (bolak-balik). Para senator khawatir sistem fotovoltaik yang memasok tenaga surya, rentan terhadap serangan siber.
Inverter ini juga digunakan untuk menghubungkan listrik yang dihasilkan panel surya dengan jaringan listrik yang lebih besar. Biasanya inverter ini digunakan pada produk smart solar grid, seperti dikutip CNBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami paham bahwa Huawei, produsen inverter surya terbesar di dunia, sedang mencoba mengakses pasar perumahan dan komersial domestik kami," tulis surat itu. "Kami mendesak tindakan serupa untuk melindungi sistem dan infrastruktur listrik AS yang kritis."
Huawei adalah pemasok peralatan telekomunikasi terbesar di dunia dan pembuat smartphone kedua di dunia setelah Samsung.
Juru bicara Kementerian Energi AS Shaylyn Hynes juga mengungkap kekhawatiran ancaman asing terhadap jaringan listrik di negara itu. Ia pun mengaku telah melakukan penilaian standarisasi secara berkala.
Huawei tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Huawei punya perseteruan yang rumit dengan AS. Negara itu menuduh Huawei melanggar sanksi AS terhadap Iran, mencuri teknologi AS, dan menjadi bagian dari mata-mata pemerintah China. Tahun lalu, pejabat intelijen AS menyarankan orang Amerika untuk tidak membeli produk Huawei. (eks/eks)