"Kami telah mengerjakan ponsel lipat sejak lama," jelas Motorola VP of Global Product Dan Dery kepada Engadget. "Dan kami terus melakukan banyak perbaikan."
Bocoran paten ponsel lipat Motorola telah terkuak sejak tahun lalu. Namun, sebelumnya Motorola tak banyak bicara soal proyeknya ini. Dalam wawancara itu, Dery tak banyak mengungkap detil pengembangan ponsel lipat tersebut. Namun, ia hanya diam-diam mengonfirmasi soal akan dirilisnya ponsel lipat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bara Panas Persaingan Ponsel Layar Lipat |
Mengingat Samsung akan meluncurkan Galaxy Fold pada April mendatang, Huawei Mate X pada pertengahan tahun, maka diperkirakan Motorola akan meluncurkan ponsel lipat mereka pada paruh kedua tahun ini.
Dery juga menjelaskan bahwa kemampuan ponsel lipat Samsung dan Huawei yang bisa dilipat hingga 360 derajat memiliki kerapuhan tersendiri.
"Kami telah mengetes perangkat dengan (layar) plastik OLED (yang dilapisi) film di bagian atas," jelasnya merujuk pada teknologi serupa yang digunakan oleh Huawei Mate X. "Faktanya, ketika layar ini disentuh dengan kuku maka ia akan tergores. Layar jenis ini memiliki waktu hidup yang singkat. (Layar itu) mulai mati sejak awal anda membukanya. Tapi (layar) itu indah. Hari pertama Anda membukanya, layar itu indah."
"Tujuannya adalah tidak untuk menaruh layar dibagian luar. Ketika Anda tahu Anda akan menghadapi layar yang mudah tergores, ponsel Anda akan segera menjadi tidak berguna," lanjutnya.
Sebelumnya, Wall Street Journal juga memperkirakan ponsel lipat RAZR ini akan dijual US$1500 (sekitar Rp21 juta; kurs 14,056). Sedikit lebih murah dari Harga Mate X Rp36,5 juta (2.299 euro; kurs 1 euro=Rp15.891,28), lebih mahal dari Fold yang dibanderol Rp27,7 juta (US$1.980). Namun dengan layar yang lebih kecil dari kedua ponsel ini. (eks/eks)