Menurut Ryu, promosi yang dilakukan untuk menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah dilakukan agar mereka bisa masuk dalam ekosistem keuangan digital. Saat ada banyak masyarakat kelas menengah ke bawah yang masuk ke ekosistem Gopay, Ryu mengatakan pihaknya akan menghentikan promosi.
"Fokus kami adalah bagaimana kita mengamankan segmen pasar menengah dan ke bawah untuk menikmati keuntungan ekonomi digital. Jadi kami terus dorong solusi, sampai mereka juga seimbang masuk dalam ekonomi digital. Itulah saat kita berhenti promosikan Gopay," kata Ryu di Mall Aeon Jakarta Garden City, Jakarta Timur, Kamis (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau melihat akun bank di Indonesia, bank terbesar di Indonesia hanya milik hampir 20 juta akun bank. Ketika kita melihat populasi di Indonesia , kita punya 216 juta orang," ucapnya.
Lihat juga:Ide Startup Unicorn Berawal dari Hal 'Receh' |
Gojek sebagai pemilik platform Gopay baru saja memperluas cakupan bisnisnya di Thailand dengan mengusung nama Get. Dalam ekspansi ini, Gojek juga akan memperkenalkan Gopay, meski belum jelas nama yang akan diusung untuk layanannya itu.
Disamping menyediakan layanan transportasi, di Thailand Gojek juga memboyong layanannya pemesanan makanan ala GoFood bernama Get Food, Gosend bernama Get Delivery, dan Get Win untuk layanan transportasinya. (jnp/evn)