Katak Jenis Baru 'Gadjah Mada' Ditemukan di Sumatera

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 14:15 WIB
Katak Jenis Baru 'Gadjah Mada' Ditemukan di Sumatera Katak jenis baru, Microhyla gadjahmadai Atmadja ditemukan di Sumatera. (Foto: Eric N. Smith/University of Texas Arlington via lipi.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penelitidari Universitas Gadjah Mada menemukan katak jenis baru, Microhyla gadjahmadai Atmadja di Sumatera. Katak ini pertama kali dikoleksi pada tahun 2010 oleh Amir Hamidy, bimbingan peneliti katak Pusat Penelitian Biologi LIPI untuk mahasiswa program magister Fakultas Biologi UGM, Vestidhia Y. Atmaja.

Koleksi berikutnya dilakukan oleh Eric N. Smith dari University of Texas Arlington, AS dalam ekspedisi bersama di Sumatera antara tahun 2013-2015.

Pemilihan nama Gadjah Mada didedikasikan untuk Mahapatih Gadjah Mada yang menyatukan Nusantara di era kerajaan Majapahit.


Katak Gadjah Mada merupakan jenis marga Microhyla yang lebih dikenal dengan nama percil. Temun ini menambah daftar jenis marga Microhyla menjadi 10 dengan enam diantaranya ditemukan di Sumatera.

Amir mengatakan temuan katak ini di lapangan sudah sejak 2010. Namun sebelumnya belum diketahui jika ini merupakan jenis baru.

"Secara morfologi sangat mirip dengan Microhyla achatina, namun belum ada yang menduga jika katak tersebut merupakan jenis baru," ucap Amir dalam situs resmi LIPI.

Penemuan katak jenis baru ini berawal dari ditemukannya katak yang menyerupai Microhyla achatina di Lampung dan Bengkulu. Padahal catatan sebelumnya mengungkapkan jenis ini hanya ditemukan di Jawa dan Bali.

Dilihat dari bentuk fisiknya, dibandingkan jenis achatina katak Gadjah Mada memiliki ciri khas ukuran kecil dengan ukuran panjang tubuh dewasa kurang dari 3 cm.

Ciri khas lainnya yakni letak lubang hidung yang cenderung di tengah antara mata dan ujung moncong. Disamping itu, katak ini juga memiliki ciri pola garis hitam yang samar dan pendek pada bagian temporal.

Katak jenis baru ini tersebar di Bengkulu, Jambi, Lampung, dan Sumatera Selatan di ketinggian sekitar 700-1600 mdpl. Habitat tempat hidupnya merupakan area yang memiliki sumber air seperti area dekat aliran sungai, kolam, sawah, dan perkebunan warga.

Di tahun 2011, publikasi Masafumi Matsui dari Kyoto University, Jepang dan tim yang mengindikasikan perbedaan jenis Microhyla achatina yang berasal dari Jawa dan temuan dari Sumatera berdasarkan karakter molekularnya.

Hasil temuan katak 'Gadjah Mada' ini dipublikasikan dalam jurnal Treubia vol. 45, Desember 2018. Saat ini koleksi referensi jenis baru katak Microhyla gadjahmadai disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense, Jawa Barat. (evn)


BACA JUGA