Menanggapi tudingan tersebut, YouTube memastikan telah mematikan kolom komentar untuk puluhan juta video anak dalam sepekan terakhir.
"Kami sadar jika komentar merupakan salah satu hal inti dari pengalaman menonton video YouTube dan bagaimana Anda terhubung dan menambah jumlah penonton. Tapi di saat yang sama, hal penting lainnya kami harus memastikan pengguna di bawah umur ama," tulis YouTube dalam unggahan blog resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:6 Tren Pengguna Ponsel Indonesia di 2019 |
YouTube secara terbatas memberikan akses kepada sejumlah pembuat konten untuk memberikan komentar dan melakukan moderasi. Dengan cara ini, mereka akan membuktikan jika konten mereka minim risiko terhadap aksi pedofil.
Kasus ini tercatat bukan kejadian pertama, di tahun 2017 CEO Susan Wojcicki mengatakan jika perusahaan meluncurkan alat untuk memoderasi komentar hingga menghapusnya sama sekali.
Saat itu, YouTube mengumumkan akan mempekerjakan 10 ribu orang untuk bersih-bersih video ofensif dan komentar melalui platform YouTube Kids. (cnn/evn)