Faktor Utama Kematian Pejalan Kaki di AS: Harga BBM 'Murah'

mik, CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 21:00 WIB
Faktor Utama Kematian Pejalan Kaki di AS: Harga BBM 'Murah' Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kematian pejalan kaki di Amerika Serikat (AS) pada 2018 telah mencapai angka tertinggi sejak 1990. Sebanyak 6.227 pejalan kaki tewas pada tahun lalu, menurut Governors Highway Safety Association (GHSA), suatu lembaga yang mewakili otoritas keselamatan jalan.

Angka itu adalah yang tertinggi sejak 6.482 kematian pejalan kaki yang tercatat pada 1990. Menurut AFP, Jumat (1/3), angka ini menunjukkan peningkatan 4,1 persen dari 2017, atau terjadi peningkatan 51 persen dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu.

Mirisnya, lembaga tersebut menemukan jika Sport Utility Vehicle (SUV) adalah penyebab utama meningkatnya kematian pejalan kaki di seluruh 'negeri paman sam'.


Tidak ada penjelasan lebih rinci mengapa kendaraan berprofil 'jangkung' itu disebut sebagai 'mesin pembunuh' di jalan raya. Namun mengutip sejumlah media AS bahwa informasi yang beredar berdasarkan IIHS yang menyebutkan bahwa pengendara SUV kerap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Tren peningkatan kematian pejalan kaki banyak terjadi di Detroit, New Jersey, Louisiana, Miami, San Bernardino (California), Tampa, Fayetteville (North Carolina), dan Phoenix.

Mengutip laporan GHSA, pejalan kaki yang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan kendaraan SUV melonjak 50 persen hanya dalam empat tahun, antara 2013 dan 2017. Kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki dan kendaraan penumpang lainnya hanya naik 30 persen dalam jangka waktu itu.

Ada fakta yang tidak bisa dibantah bahwa peningkatan angka kematian pejalan kaki ini seiring dengan peningkatan penjualan mobil-mobil berukuran besar, terutama SUV di AS.

Dalam hasil analisa GHSA, selain SUV penyebab utama kematian, penggunaan telepon genggam saat mengemudi bisa dikategorikan dalam status waspada.

Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah AS terus mengedukasi masyarakat untuk tidak berponsel ria saat aktivitas mengemudi berlangsung karena dinilai signifikan mengganggu konsentrasi pengemudi.

Faktor lain yaitu pemerintah AS yang menjual harga bahan bakar relatif terjangkau dianggap semakin menguntungkan pengendara untuk berlama-lama di balik kemudi dan memacu kendaraannya, yang berarti akan menciptakan banyak peluang kematian pejalan kaki di AS.

Sebagian besar kematian pejalan kaki dinilai karena kelalaian pemerintah mengantisipasi kejadian di lapangan dampak dari kebijakan yang tidak memihak kepada masyarakat dan kurang menciptakan ruang publik seperti membuat rute khusus untuk pejalan kaki. (mik)