Kapsul ini diluncurkan dan mendarat stasiun pusat luar angkasa internasional (International Space Station-ISS). Pendaratan itu rencananya akan dilakukan pada Minggu (3/3) dan kembali ke Bumi pada Jumat (8/3).
"Kita akan meluncurkan astronaut Amerika menggunakan roket Amerika dari tanah Amerika lagi untuk pertama kalinya sejak pesawat ulang alik (AS) terakhir digunakan pada 2011," jelas kepala agensi luar angkasa AS, Jim Bridenstine kepada wartawan seperti dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Layanan streaming NASA : https://www.nasa.gov/nasalive
2. Youtube NASA: https://youtu.be/21X5lGlDOfg
3. Laman streaming Space X: https://www.spacex.com/webcast
Kapsul ini akan membawa dummie yang mereka namakan Ripley yang diambil dari tokoh di film Aliehn yang diperankan oleh Sigourney Weaver. Namun, Hans Koenigsmann dari SpaceX lebih memilih untuk memanggilnya "smartie".
[Gambas:Twitter]
Ripley akan duduk di bagian kokpit pesawat dan telah dipasangi sensor untuk mengumpulkan berbagai data. Sebuah kamera akan menunjukkan bagaimana perjalanan Ripley menuju ISS.
Boeing nantinya juga akan meluncurkan kapsul yang dinamakan Starliner. Uji terbang akan dilakukan pada April mendatang. Kedua perusahaan ini mendapat kontrak karena NASA tidak ingin hanya bergantung pada satu kendaraan luar angkasa saja untuk berjaga-jaga jika terjadi kecelakaan.
Penerbangan kapsul berawak ini diperkirakan akan dilakukan pada Juli mendatang. Namun, para pejabat resmi kerap memperkirakan penerbangan pada akhir 2019 akan lebih realistis dilakukan.
"Menerbangkan manusia ke luar angkasa adalah inti bisnis dari SpaceX," jelas Koeningsmann yang menjadi Wakil Presiden unutk pembangunan dan keandalan pesawat.
Kurang dari sepuluh tahun, SpaceX telah menjadi rekanan kunci NASA dan mendominasi pasar untuk peluncuran satelit. (eks/eks)