"Model bisnis startup itu kita lihat dari traction, seberapa besar dan seberapa cepat dia merambah pasar. Jadi rambah pasar sebanyak-banyaknya itu kenapa ada unicorn Indonesia," ujar Rudiantara dalam acara talkshow #Kopitalkindonesia, di Hotel All Season, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).
Rudiantara menjelaskan agar bisa merambah pasar dengan cepat para perusahaan ini harus segera melakukan ekspansi di pasar Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara mengatakan perusahaan startup juga harus memiliki pola pikir untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Rudiantara kemudian memberikan contoh Gojek yang memberikan solusi praktis bagi masyarakat.
"Nadiem (CEO Gojek) buat Gojek permasalahannya itu adalah ojek pangkalan (opang). Opang itu ketika ditanya berapa kali narik, ya paling sekali dua kali kalau untung tiga kali," kata Rudiantara.
Rudiantara mengatakan banyak founder dan co-founder startup yang langsung menjual saham ketika perusahaan baru sukses. Padahal Rudiantara mengatakan model bisnis startup membuat para investor menuntut founder dan co-founder tetap berada di pucuk kepemimpinan.
"Kemudian ingin cepat kaya, di pikirannya saya bikin keluar berapa kemudian jual berapa, tidak bisa begitu karena owner (pemilik) yang betul, yang benar itu tidak keluar," kata Rudiantara (jnp/eks)