Raksasa teknologi asal China ini mengiklankan surat undangan terbuka tersebut di media-media utama pada Kamis (28/2), salah satunya The Wall Street Journal dengan judul 'Jangan Percaya Semua yang Anda Dengar'.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menulis surat ini dengan harapan kita bisa saling memahami dengan lebih baik," ujar Direktur Huawei, Catherine Chen seperti dilansir Mashable.
Kisruh antara Huawei dengan pemerintah AS berawal ketika Presiden Donald Trump menghadap perusahaan di sana menggunakan infrastruktur buatan pabrikan asal China tersebut.
Trump juga mendesak negara-negara sekutu AS untuk menghindari kekuatan China. Ia mengklaim hal itu dilakukan demi melindungi kepentingan keamanan nasional.
Lihat juga:Bara Panas Persaingan Ponsel Layar Lipat |
Kisruh tudingan spionase kian meruncing setelah Kepala Keuangan Huawei Meng Wanzhou ditangkap di bandara Kanada pada Desember lalu. Wanzhou dituduh melakukan aksi penipuan dan pencucian uang dan akan menjalani sidang ekstradisi dalam beberapa hari kedepan.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)