Pojok Hobi Otomotif

Memanjakan Penggemar 'Offroad' setelah Puaskan Adrenalin

ray, CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 18:52 WIB
Memanjakan Penggemar 'Offroad' setelah Puaskan Adrenalin Ilustrasi. (Dok. Dokumentasi Indonesian Offroad Expedition (IOX))
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggemar olahraga ekstrem offroad mengendarai roda empat di Indonesia terus bertambah. Seiring berjalan waktu, konsep bertualang jenis ini kian berubah.

Pecinta olahraga 'lumpur' kini kerap menyisipkan agenda senang-senang bersama keluarga dalam kegiatannya tanpa menghilangkan istilah 'mengenal alam'.

Melihat kesempatan itu, sejumlah pebisnis mendirikan lokasi offroad lengkap dengan fasilitas penginapan dan restoran, salah satunya De'Pes Villa, Resto, dan Offroad Land di Bogor Jawa Barat. Ihwal berdirinya lokasi offroad itu adalah saat melihat keinginan besar penggemar offroad mengajak keluarga tercinta 'mengaduk-aduk lumpur'.


Dari ide itu, tanah pada ketinggian 480 di atas permukaan laut di Sentul disulap menjadi trek offroad lengkap dengan berbagai fasilitas berlibur untuk keluarga.

Marketing Manager De'Pes Villa, Resto, dan Offroad Land Andri Budiman menyampaikan bahwa ide tersebut terealisasi pada 2013 berbarengan dengan kegiatan komunitas offroad Jakarta American Jeep.

Menurut Andri kebaradaan lokasi ini sejalan dengan hobi pemilik De'Pes yang menyukai olahraga offroad mengendarai Jip.

"Lalu pada 2013 itu kami sekaligus opening dengan konsep pecinta offroad tapi bisa sekalian ajak keluarga," kata Andri kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Lintasan menuju restoran dari lokasi offroadLintasan menuju restoran dari lokasi offroad. (Foto: CNN Indonesia/Artho Viando)
De'Pes atau Desa Pelangi Sentul ini berlokasi di Desa Cijayanti, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Selain menyajikan trek 'ganas' dengan berbagai tingkat kesulitan, tempat ini juga memiliki penginapan, kolam renang, hingga restoran.

"Jadi selain tempat ya kami jualan view (pemandangan) ini ketinggian 480 dpl. Jarak juga tidak terlalu jauh dengan Jakarta, alternatif Sentul. Mungkin kalau orang ke Puncak bosen. Dan menuju lokasi ini titik macet tidak banyak," katanya.

Menurut Andri pihaknya mendirikan fasilitas ini murni untuk memenuhi hasrat penggemar offroad. Tak ayal De'Pes menjadi tempat kumpul komunitas mobil offroad se-Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Menawarkan lokasi offroad dan penginapan, menurut Andri De'Pes sering menjadi lokasi kumpul-kumpul penyuka offroad meski cuma melakukan pertemuan atau kopi darat (kopdar).

Bahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, De'Pes kerap menyisipkan agenda berpetualang untuk setiap tamu hotel.

"Jadi kami suka sisipin offroad dengan jip. Seperti safari offroad, disopiri. Satu mobil isi lima dengan durasi sekitar 10-20 menit. Sudah bisa ngerasain sensasinya," ungkap dia.

Trek di De'Pes terbagi dalam tiga kasta, yaitu pemula, lalu medium, dan terakhir dengan tingkatan ekstrem. Setiap tamu hotel disediakan sopir, tim penyelamat dan instruktur.

"Kami tidak pernah orang baru, terus dilepas sendiri," katanya.

Kondisi lintasan di De’Pes Villa, Resto, dan Offroad Land, Bogor, Jawa Barat.Kondisi lintasan di De’Pes Villa, Resto, dan Offroad Land, Bogor, Jawa Barat. (Foto: CNN Indonesia/Artho Viando)
Offroad untuk profesional

Penggemar offroad tidak bisa bebas menggunakan lintasan ektrem di De'Pes. Andri menyampaikan untuk mencicipi trek tersulit, syaratnya mobil dan pengemudi harus sudah dilengkapi dengan berbagai perlengkapan keselamatan.

Syarat khusus mobil harus sudah menggunakan roll bar, kursi hanya tersedia dua untuk sopir dan penumpang sebagai navigator di sebelah kiri pengemudi, serta alat derek. Di samping itu, pengemudi dan penumpang diwajibkan menggunakan peralatan keselamatan yang lengkap, salah satunya helm.

"Kalau spesifikasi ekstrem seperti itu saja. Dan mobil apa saja bebas, selagi mobil mumpuni silakan," katanya.

"Offroad juga ini tergantung skill juga sih ya. Ya offroad memerlukan satu pengendalian diri. Emosi harus dijaga. Kalau tidak ya antara dua, mobil rusak atau kita yang celaka," ujarnya lagi.

Dikatakan Andri, bisnis De'Pes biasa mengantongi omzet senilai Rp1 miliar per bulan. Hasil tersebut cukup untuk membayar 30 karyawan yang sebagian berasal dari masyarakat lokal.

"Dan ke depan akan ada fasilitas olahraga paint ball, dan memanah," tutup Andri. (ryh/mik)


ARTIKEL TERKAIT