Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin (4/3) bertujuan memperkuat BSD City sebagai smart digital city pertama di Indonesia. Kemitraan strategis ini dilakukan setelah Grab mengumumkan telah mengantongi status sebagai startup decacorn (perusahaan rintisan yang memilii valuasi US$10 miliar).
Ada tiga rencana proyek kerja sama yang akan dilakukan oleh Grab dan Sinar Mas Land. Pertama adalah menjalankan metode pemetaan daerah BSD City untuk menentukan titik penjemputan dan pengantaran yang lebih akurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tip Menkominfo Buat Startup jadi Unicorn |
"Ada mapping yang baik. Kita ada tim yang bisa mapping BSD sebaik-baiknya. Tidak hanya di jalan tapi juga indoor," kata President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang.
Ridzki belum mengungkapkan model bisnis dan hal detail terkait kendaraan berbasis listrik tersebut. "Ada PMD untuk transportasi personai jarak dekat dengan biaya terjangkau. Jadi nanti ada kendaraan yang personal bukan umum," ujarnya.
Lihat juga:Rudiantara Respons Status Decacorn Grab |
"Yang bisa kami lakukan itu ada transportasi. Untuk kota itu ada shuttle kami akan berikan dynamic shuttle. Ada feeder technology yang akan hubungkan konsumen ke stasiun," ucapnya.
Acara penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja dan Group CEO and pendiri Grab Anthony Tan. Kerja sama ini akan meningkatkan ekosistem digital lndonesia BSD Digital Hub Area.
Tempat ini diproyeksikan akan menjadi pusat para pelaku usaha di dunia industri IT dan teknologi digital di Indonesia. Mulai dari sekolah pencetak talenta yang dibutuhkan industri 4.0, startup coworking space, perusahaan teknologi, e-commerce, industri kreatif, dan juga perusahaan global.
"BSD ada tujuan besar untuk mendidik manpower atau sumber daya manusia dan tenaga kerja agar lebih mendekati industri 4.0. Di mana permintaan pasokan sdm-nya berubah," ujar Michael. (jnp/evn)