Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengatakan untuk sementara waktu akan membatasi materi iklan politik dalam bentuk apa pun.
"Kami ingin mempersulit itu [iklan politik] di platform kami agar orang-orang bisa merasa jika aspirasi politik mereka didengar dengan sah selamam proses pesta demokrasi berlangsung," tulis Facebook dalam pernyataan resmi seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataaan ini disampaikan beberapa pekan setelah Facebook menuai kritik dari Uni Eropa setelah dianggap terlalu ikut campur proses Pemilu di berbagai negara.
Kekhawatiran atas keterlibatan Facebook dalam kampanye politik meningkat setelah adanya campur tangan pada Pemilu AS 2016 lalu. Kala itu, Rusia berhasil mengungkap jika Facebook campur tangan dalam proses pemenangan Trump atas rivalnya Hillary Clinton. (afp/evn)