Salah satu langkah awal untuk mencapai target tersebut yakni dengan meningkatkan kapasitas pabrik untuk memproduksi ponsel.
"Kami rencana tigaa tahun jadi merek pertama di Indonesia. Itu kapasitas produksi kita di pabrik sekarang sudah 800 ribu [unit] per bulan," kata General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia Edy Kusuma usai acara peluncuran V15 di Taman Sri Baduga Situ Buleud, Purwakarta, Selasa malam (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Agustus 2017, pabrik Vivo Mobile Indonesia telah mengalami perluasan lahan hingga lebih dari dua kali lipat guna meningkatkan kapasitas produksi.
Penambahan line baru ini semakin memastikan kualitas dari smartphone yang dihasilkan dari pabrik Vivo di Cikupa sesuai dengan standar Vivo Global. Beriringan dengan peningkatan kapasitas pabrik, Vivo juga berencana untuk terus meningkatkan kontribusi penyerapan SDM lokal.
Dari awal produksi pada tahun 2016, jumlah karyawan pabrik independen Vivo di Cikupa kini telah meningkat hingga hampir 5 kali lipat. Jumlah ini terdistribusi dalam produksi, supervisi, hingga administrasi. (jnp/evn)