Saat meluncur pada November 2016, Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan target penjualannya 200-250 unit. Sementara itu hasil penjualannya selama ini tidak pernah mencapai 100 unit per bulan.
Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra mengatakan pasar Hi-Max saat ini sangat kecil, diungkap di bawah 20 unit per bulan. Dia juga mengatakan ADM belum memproduksi Hi-Max pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas pertimbangan pembayaran cicilan bulanan kedua produk yang tidak terlalu beda, konsumen disebut cenderung memilih Gran Max yang punya pilihan mesin lebih besar (1.300 cc dan 1.500 cc) serta sanggup mengangkat beban lebih berat.
"Karena Gran Max sama Hi-Max itu cicilan per bulan bedanya Rp100 ribu - Rp200 ribu, orang mendingan ambil Gran Max," kata Amelia, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/3).
Amelia mengatakan belum ada keputusan menghentikan produksi dan penjualan Hi-Max di dalam negeri. Dia juga menolak mengamini ADM salah perhitungan soal strategi harga Hi-Max sedari awal.
Sikap ADM sejak tahun lalu yaitu memanfaatkan jalur produksi Hi-Max di pabrik Sunter buat menghasilkan lebih banyak Terios dan Toyota Rush. Pada tahun ini, jalur produksinya juga disebut digunakan untuk membantu Xenia dan Toyota Avanza.
"Jalur produksinya itu bisa dipakai buat yang lain. Bisa dipakai buat Terios waktu itu, makanya bisa ekspor," sebut Amelia. (fea/mik)