Melalui blog resmi Facebook, Zuckerberg memfokuskan hal itu pada fitur-fitur enskripsi end-to-end yang secara otomatis dapat menghapus pesan setelah periode tertentu.
"Hari ini, jika Anda ingin mengirim pesan kepada orang-orang melalui Facebook, Anda harus menggunakan Messenger. Di Instagram, Anda harus menggunakan Direct dan di Whatsapp Anda harus menggunakan aplikasi itu sendiri," ujar Zuckerberg dikutip dari blog resmi Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah yang dibuat Facebook itu dibangun berdasarkan beberapa prinsip, yakni:
Enkripsi. Enkripsi end-to-end dapat mencegah siapapun melihat apa yang dibagikan pengguna pada layanan yang ada di Facebook.
Mengurangi Pesan Secara Permanen. Pesan atau cerita pengguna yang dibagikan di Facebook akan dihapus dalam periode waktu tertentu.
Dilansir dari CNN, Zuckerberg mengatakan hal itu dilakukan karena banyak orang yang menggunakan aplikasi Messenger di Android untuk mengirim dan menerima pesan SMS. Namun, pesan-pesan tersebut tidak dapat dienkripsi.
Dengan mengintegrasikan ketiga layanan pesan tersebut, pengguna dapat mengirim pesan yang sudah dienkripsi ke nomor telepon seseorang di WhatsApp melalui Messenger.
"Saya percaya, menerapkan enkripsi pesan end-to-end untuk semua komunikasi pribadi adalah hal yang benar untuk dilakukan," ujar Zuckerberg.
Selain itu, Zuckerberg mengklaim pengguna mungkin merasa lebih nyaman berkomunikasi dengan satu atau beberapa teman sekaligus berbagi konten yang tidak akan bertahan selamanya.
(din/asa)