Tips Otomotif

Tanpa Markah Jalan, Sopir Harus Bisa Bentuk 'Garis Imajinasi'

CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 17:55 WIB
Tanpa Markah Jalan, Sopir Harus Bisa Bentuk 'Garis Imajinasi' Mobil bergerak di sebelah markah jalan garis putus-putus. (Foto: Istockphoto/Deepblue4you)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap pengemudi harus mematuhi markah jalan sesuai undang-undang yang berlaku agar selamat di jalan raya. Markah jalan diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 tahun 2014 yang mana berfungsi untuk mengarahkan kendaraan.

Namun faktanya tidak semua jalan dilengkapi markah jalan garis membujur, garis melintang, garis serong.

Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan ketika pengemudi menghadapi situasi di mana jalan tidak dilengkapi garis sambung atau putus-putus, maka pengemudi harus mampu membuat 'garis imajinasi' atau 'berkhayal' jalan punya markah jalan.


Memang kondisi tersebut masih membahayakan, namun setidaknya bisa membantu pengemudi agar lebih berhati-hati dalam segala tindakan.

"Kalau mobil sekarang memang pakai kamera 360 derajat gampang, tapi kalau tidak ada fitur itu ya misal markah jalan tidak ada kita harus ciptakan garis imajiner sendiri, atau garis imajinasi," kata Sony beberapa waktu lalu.

Markah jalan mengguanakan car warna kuning.Markah jalan mengguanakan car warna kuning. (Foto: Istockphoto/georgeclerk)
Dengan garis imajinasi, menurutnya pengemudi akan belajar membagi jalan menjadi dua jalur. Dengan begitu posisi kendaraan bisa dipastikan selalu aman dalam setiap kondisi.

"Garis imajiner itu membelah dua lanjut. Sehingga kita memposisikan kendaraan di posisi yang aman baik saat kita berpapasan dengan mobil lain, kemudian berbelok, dan lainnya," ucap dia.

Menurut Sony menciptakan garis imajinasi tidak sulit. Ia menjelaskan caranya kita harus lebih peka terhadap dimensi kendaraan terutama panjang dan lebarnya. Setelah itu pengemudi bisa berimajinasi menciptakan garis sendiri agar dapat 'membelah' jalan.

"Kemudian setelah itu biasakan untuk membelah jalan jadi dua. Ketika ada marka kita jadi tau oh jalan kalau di belah dua jadi sekian, mobil lebar sekian kira-kira muat tidak. Jadi biasakan," tutup Sony. (ryh/mik)


BACA JUGA