Warganet Doakan Penumpang KRL Anjlok di Kebon Pedes Selamat

din, CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 17:33 WIB
Warganet Doakan Penumpang KRL Anjlok di Kebon Pedes Selamat Kereta Commuter Jabodetabek KA 1722 (rute Jatinegara-Bogor) keluar dari rel pada Minggu (10/3) sekitar pukul 10.00 WIB. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecelakaan yang menimpa kereta Commuter Jabodetabek KA 1722 (rute Jatinegara-Bogor) di Kebon Pedes, Bogor, pada Minggu (10/3) sekitar pukul 10.00 WIB mengundang perhatian sejumlah warganet di sosial media twitter. Sejumlah netizen bahkan menyampaikan duka atas kejadian KRL anjlok tersebut.

Dalam kun twitter resmi @CommuterLine, warganet ramai-ramai mencuitkan rasa duka dan berharap proses evakuasi kereta maupun penumpang berjalan lancar.

Sementara pengguna media sosial lain dengan akun AstutiLovettel berharap korban segera mendapat pertolongan secepatnya dan turut prihatin pada insiden di pagi hari itu.




Sedangkan akun gemalasr berharap insiden KRL Jakarta-Bogor yang anjlok di Kebon Pedes, Bogor tidak memakan korban jiwa.



Pemilik akun pushandaka juga mendoakan insiden KRL anjlok di Bogor tidak melukai seluruh penumpang yang berada di dalam gerbong.



Sementara itu, VP Komunikasi PT KCI, Eva Chairunnisa menyebut untuk sementara ini data korban luka mencapai 17 korban dan korban luka didominasi oleh penumpang perempuan sebanyak 13 orang.

Hal itu disebabkan oleh gerbong yang anjlok hingga terguling itu menimpa gerbong khusus perempuan yang berada di gerbong paling depan KRL.

"Hingga pukul 12.00 WIB tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang. Sembilan orang di RS Salak Bogor dan 8 lainnya di pos kesehatan Stasiun Bogor," kata Eva, Minggu (10/3).

Sedangkan dari pihak Kementerian Perhubungan, telah mengirimkan crane untuk mengevakuasi kereta yang didatangkan dari Cirebon dan Bandung.

"Sedang menunggu crane datang dari Cirebon dan Bandung untuk mengangkat kereta yang anjlok dan terguling," ujar Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjen Kereta Api Kemenhub, Edy Nursalam, Minggu (10/3). (mik/mik)


ARTIKEL TERKAIT