Spesifikasi Ethiopian Air ET302 yang Jatuh di Addis Ababa

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 12:04 WIB
Spesifikasi Ethiopian Air ET302 yang Jatuh di Addis Ababa Ethiopian Airlines Et302 jatuh di ibu kota Addis Ababa, Minggu (10/3). (Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302 itu jatuh di dekat kota Bishoftu, 62 kilometer di tenggara ibukota Addis Ababa, Minggu (10/3). Pesawat Boeing 737 Max 8 merupakan pesawat baru yang pertama kali diterbangkan pada 2016 lalu.

Pesawat itu merupakan adalah buatan pabrikan asal Amerika Serikat Boeing Commercial Airplanes dengan jumlah kapasitas penumpang 200 orang.

Boeing 737 Max merupakan generasi keempat dari pesawat terbang jarak menengah dari keluarga Boeing 737 yang tengah dikembangkan oleh Boeing Corporation. Pesawat generasi baru ini pertama kali diluncurkan pada 30 Agustus 2011.


Generasi baru ini dimaksudkan untuk menggantikan seri Boeing 737NG (Next Generation), yang mencakup model 737-600,-700,-800, dan -900.

Mengutip Airlines Inform, Boeing 737 Max 8 memiliki panjang 39,5 meter, bentangan sayap 35,9 meter, tinggi 12,3 meter dan area sayap pesawat 127 meter persegi.

Berat pesawat maksimum saat take-off mencapai 82.190 kilogram, berat maksimum saat landing 69.310 kilogram, berat bahan bakar nol maksimum 65.950 kilogram, dan kapasitas bahan bakar standar 25.800 liter.

Peforma Boeing 737 Max 8, kisaran payload maksimum 6.500 kilometer, kecepatan jelajah mencapai 840 kilometer per jam, ketinggian operasi maksimum 12.000 meter. Pembaharuan terbaru dari seri Boeing 737 mencakup mesin LEAP-1B dari CFM International.

Data kabin pesawat menunjukkan bahwa Boeing 737 Max 8, untuk pesawat first class dapat menampung penumpang sebanyak 200 orang, second class 162 sampai 178 orang dengan luas kabin 3,54 meter.

Boeing 737 Max 8 melakukan penerbangan komersial pertamanya pada 22 Mei 2017 yang dioperasikan oleh Malindo Air untuk rute Kuala Lumpur-Singapura dengan nomor penerbangan OD803.

Boeing mengklaim pesawatnya mampu menghemat delapan persen pengeluaran operasi pesawat per kursi. Boeing mengatakan pesawat ini juga mengurangi emisi karbon sebesar 14 persen. Boeing mengklaim pesawat ini menghemat airframe maintenance (biaya perawatan) sebesar 20 persen.

Sebelumnya pesawat Ethiopian Airlines ET302 dilaporkan hilang kontak enam menit setelah lepas landas dari bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 08.38 pagi waktu setempat. Hasil penyelidikan sementara mengungkap pilot sempat meminta untuk kembali ke bandara namun mengalami kesulitan.

"Pilot telah memberitahu menara pengawas bandara bahwa dia mengalami kesulitan dan ingin mengembalikan pesawat yang membawa 157 orang tersebut ke bandara," kata Kepala Ethiopian Airlines, Tewolde GebreMariam dalam keterangannya, Minggu (10/3) dikutip AFP. (din/evn)