Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi atas material tersebut. Sementara sebagian material lainnya setelah melalui sejumlah pemrosesan kembali dibungkus dan dimasukkan tempat penyimpanan dingin.
"Kami mencari molekul organik kecil yang mungkin ada dengan konsentrasi sangat kecil pada sampel dari Bulan ini," jelas Elsila dari Astrobiology Analytical Laboratory Goddard.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Material tersebut tak pernah dibuka agar para peneliti di era dengan teknologi yang lebih maju bisa menelitinya dengan peralatan yang lebih canggih. Kini NASA memutuskan untuk membuka sampel-sampel rahasia itu untuk diteliti, seperti tertulis pada siaran pers NASA.
Terdapat sembilan proposal yang diterima untuk mempelajari sampel tersebut. Sembilan proposal ini dipilih lewat program Apollo Next Generation Sample Analysis atau ANGSA.
Dibukanya program ANGSA ini berkaitan dengan misi NASA untuk meluncurkan manusia ke Bulan dalam sepuluh tahun ke depan.
Para peneliti akan mencari tahu apakah metode yang mereka gunakan untuk menyimpan materi Bulan berhasil menjaga kemurniannya. Pekerjaan ini juga akan relevan untuk misi OSIRIS-REx. Misi ini akan membawa sampel dari asteroid Bennu yang akan kembali ke Bumi pada Maret 2021. (eks/eks)