Bluetooth sendiri menggunakan EMF untuk mentransmisikan data yang telah diketahui berbahaya. Namun, para ilmuwan menemukan jika AirPods dan headphone nirkabel lainnya lebih berbahaya.
Perangkat yang digunakan di dalam saluran telinga yang mengarah langsung ke jaringan otak membuat gelombang radio yang dipancarkan bisa meningkatkan risiko kanker, stres, hingga kerusakan genetik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekhawatiran saya terkait AirPods adalah penggunaannya di saluran telinga yang terkoneksi ke jaringan otak dengan tingkat radiasi frekuensi radio yang relatif tinggi," ujar profesor biokimia di University of Colorado, Jerry Phillips dalam situs resmi EMF Scientist.
"Ada ribuan makalah yang melihat relevansi frekuensi radio dengan kesehatan, namun argumen ini tidak memiliki kredibilitas," ucap Kenneth Foster, profesor bioteknologi di University of Pennsylvania yang telah mempelajari efek radiasi perangkat nirkabel terhadap kesehatan manusia.
Menurutnya, WHO dan organisasi kesehatan dunia lainnya telah mempelajari efek samping Bluetooth, WiFi, dan teknologi perangkat nirkabel lain terhadap kesehatan manusia. Hingga kini, Foster mengatakan lembaga kesehatan dunia belum menemukan bukti yang jelas terkait risiko potensial penggunaan perangkat nirkabel. (evn)