Sebelum ada data tersebut, Bulan selalu dianggap sebagai tempat yang kering dan berdebu. Tetapi seiring waktu, gambaran tersebut telah berubah. Para ilmuwan menemukan es yang ada di dekat kutubnya, dan baru-baru ini diketahui bahwa air memang ada di dalam bahan permukaan bulan, yang disebut regolith.
Sekarang, LRO telah mengungkapkan bahwa air yang ada di permukaan Bulan sebenarnya bergerak di siang hari waktu bulan. Sebuah studi tentang kelembaban Bulan yang akan diterbitkan dalam Geophysical Research Letters memberikan gambaran yang jelas tentang molekul air kehidupan di permukaan.
Lihat juga:Android Q Dirumorkan Meluncur Pekan Ini |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek Pemetaan Lyman Alpha menggunakan bacaan dari LRO untuk mendeteksi keberadaan air di regolith, yang memungkinkan para peneliti untuk melacak pergerakan kelembaban. Data seperti ini yang bisa sangat berguna saat merencanakan misi di masa depan dan bahkan berpotensi pemukiman permanen di Bulan.
Jika air dapat dikumpulkan di Bulan, itu bisa menjadi sumber yang bagus untuk misi berawak yang menuju lebih dalam ke tata surya.
[Gambas:Video CNN] (age/age)