Dalam data data wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Xpander terjual 5.708 unit pada Januari 2019, diikuti Toyota Avanza 5.568 unit, dan Daihatsu Xenia 3.037 unit.
Namun itu belum bisa dijadikan patokan jika melihat performa penjualan di sepanjang 2018, yaitu Toyota sanggup melepas 82.167 unit Avanza, Xpander 75.075 unit, dan Ertiga 32.592 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hasil Penjualan 'Low' MPV Januari 2019 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk hasil penjualan tahun lalu, Avanza dan Xpander memang terlihat bersaing sengit. Rata-rata penjualan Avanza per bulan bisa mencapai 9.000 sampai 10 ribuan unit, namun sekarang penjualan berkutat pada angka 5.000an unit hingga 7.000an unit sejak kemunculan Xpander pada 2017.
Menurut Soerjo turunnya angka penjualan wholesales Avanza bukan karena Xpander. Volume produksi berkurang karena tingginya minat konsumen terhadap generasi terbaru Toyota Rush sehingga produksi Avanza dibenahi untuk memenuhi pasokan Rush model terbaru.
Soerjo pun bilang anggapan bahwa Xpander lahir sebagai 'pembunuh' Avanza sebagai 'omong kosong'.
"Intinya bicara mengenai Xpander itu Avanza killer. Tapi sampai sekarang tidak di-kill kill. Dan saya sudah bilang dari awal itu, kami juga tidak ada pengen kill meng kill. Karena dari awal itu kami melihat total industri otomotif," ucapnya.
Lebih dari itu Soerjopranoto optimistis selama 2019 Avanza bakal kembali menjadi low MPV terlaris di dalam negeri meski ketatnya kompetisi.
"Pokoknya kami akan lebih kuat dari Xpander. Sudah pasti. Tahun lalu sudah jelas, tahun ini ya harus tetap leading," tutup Soerjo dengan nada yakin.
[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)