Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap 30 orang, ada pola serupa bagaimana mereka menerima ide bahwa Bumi berbentuk datar. Dua tahun lalu, hampir seluruh responden sebelumnya mempercayai bahwa Bumi berbentuk bulat.
Tapi pendirian mereka berubah setelah mereka menonton video di YouTube. Beberapa bahkan mengatakan awalnya mereka melihat video untuk mencari bukti kesalahan, namun malah ikut terpengaruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Landrum mengumumkan hasil penelitian ini di pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Pengembangan Sains, di Washington DC, Amerika Serikat. Wawancara juga mengungkap bahwa lebih dahulu penganut-penganut tersebut menonton video-video konspirasi, dengan alternatif konspirasi peristiwa 9/11, penembakan sekolah Sandy Hook, dan konspirasi pendaratan Bulan palsu oleh NASA.
Bagi penganut Bumi datar anggapan Bumi berbentuk bulat adalah hasil konspirasi (ANTARA FOTO/Septianda Perdana) |
Berbagai pertanyaan yang keluar dari kalangan tersebut adalah "Dimana bengkoknya?" atau "Kenapa horizon selalu ada di level mata?"
Landrum mengatakan bahwa YouTube tidak keseluruhan bersalah atas fenomena ini, namun mereka perlu memperbaiki algoritma mereka untuk menampilkan informasi yang lebih akurat.
"Ada banyak informasi yang berguna di YouTube, tapi juga banyak misinformasi," kata Landrum. "Algoritma mereka mudah membuat orang tersesat dengan menampilkan informasi yang rentan terhadap orang-orang."
"Mempercayai bumi itu datar juga tidak merugikan secara total, namun masalah datang bersama dengan ketidakpercayaan terhadap institusi dan otoritas. Kami ingin orang-orang kritis terhadap informasi, tetapi harus ada keseimbangan," tambahnya lagi.
Ladrum mencontohkan ketika astrofisikawan Amerika Serikat, Neil deGrasse Tyson menjelaskan soal horizon yang tetap datar. Menurutnya, bagi mahkluk yang sangat kecil sebagian wilayah dari benda bulat akan tetap terlihat datar. Namun, penganut bumi datar meremehkan penjelasan tersebut.
"Akan selalu ada bagian kecil masyarakat yang menolak penjelasan dari pakar sains, namun ada juga yang berada di area abu-abu. Satu-satunya cara melawan misinformasi adalah adalah memberikan informasi benar lebih banyak."
Cara ini mungkin tidak akan menghentikan pengunggahan video-video konspirasi atau semacamnya, namun Youtube dapat memberi peringatan hoaks dan menghubungkan pada situs yang lebih terpercaya.
Dilansir dari Techradar, jurubicara Youtube mengatakan bahwa fitur ini "Sebagai bagian dari upaya membangun pengalaman pemberitaan Youtube, serta mengembangkan panel informasi yang menghadirkan cek fakta dari pihak terpercaya kepada Youtube." (lea/eks)
Bagi penganut Bumi datar anggapan Bumi berbentuk bulat adalah hasil konspirasi (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)