Pakar Keamanan Siber dari Communication and Information System Security Research Center Pratama Persadha mengatakan Facebook dan Google kemungkinan mengalami kendala yang sama sehingga menyebabkan layanan mereka lumpuh karena jarak kejadian yang berdekatan.
Pratama mengatakan adanya kemungkinan kedua perusahaan terserang oleh peretas. Bagi Pratama, tidak mungkin perusahaan sekelas Google dan Facebook melakukan perawatan sistem hingga menyebabkan kelumpuhan selama berjam-jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pratama menjelaskan kedua perusahaan tidak mungkin beralasan server lumpuh akibat maintenance. Pasalnya ketika perusahaan hendak melakukan pembaruan atau perawatan di live server, perusahaan pasti melakukan protokol yang tidak akan membuat lumpuh live server.
"Kedua perusahaan pasti ada tim riset sendiri, pasti ada server untuk pengujian. Uji coba pembaruan, patching, maintenance di server uji coba itu. Semua hal yang mau dilakukan di liver server pasti di uji coba di tester," ucapnya.
"Kalau menurut saya Facebook itu pasti punya backup server dan mirroring server, mereka punya puluhan hektar server. Kalau terserang satu atau perawatan pasti ada backup server yang pasti bisa backup," ujar Pratama.
Dihubungi terpisah Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan jika lumpuhnya Google dan Facebook berkaitan, maka kemungkinan kelumpuhan ini disebabkan serangan peretas.
Alfons mengatakan peretas ini memanfaatkan "zero day vulnerability" yang merupakan celah keamanan pada piranti lunak. Celah keamanan itu belum ada patch atau tambalan untuk memperbaiki celah tersebut.
"Kalau kedua insiden berkaitan maka kemungkinan besar terjadi zero day vulnerability exploit. Celah keamanan itu yang digunakan penyerang untuk melumpuhkan sistem komputer," kata Alfons.
Selanjutnya Alfons mengatakan adanya kemungkinan kelumpuhan Facebook diakibatkan sebuah bug dalam rencana integrasi layanan chat dengan WhatsApp dan Instagram.
"Kalau kedua insiden ini tidak berkaitan dan terlihat Facebook mengalami gangguan lebih parah maka patut diduga insiden ini berkaitan dengan rencana integrasi layanan WhatsApp, Facebook Chat dan Instagram Chat. Dimana ada bug dalam penggabungan ketiga layanan dengan data yang masif ini," kata Allfons.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)