Pada (13/2), Mitsubishi melego Xpander mulai Rp204,1 juta hingga Rp258,9 juta. Namun pada (21/2) harga Xpander naik menjadi Rp206,1 juta sampai Rp260,9 juta.
Budi Daulay, Head of Sales and Marketing Region 1 Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengatakan kenaikan harga merupakan hal wajar bagi sebuah produk otomotif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya setiap pergantian tahun pasti ada kenaikan harga dan itu disebabkan BBN. Masing-masing daerah punya hitungan pajaknya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan harga itu tidak hanya disebabkan BBN, pada 2018 ketetapan harga mobil Mitsubishi juga dipengaruhi anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro menuturkan bahwa karena BBN kenaikan harga setiap tahun tak bisa dihindari. Menurut Irwan kenaikan harga merupakan sesuatu yang bisa dimaklumi konsumen.
"Bahwa itu hanya untuk BBN atau faktor lain tapi intinya buat konsumen hal biasa kalau setiap tahun ada kenaikan. Kalau enggak nanti bagaimana dong masa produk yang lama lebih mahal atau sama dengan produksi baru," ucap Irwan.
"Pokoknya harga kami selalu melihat daya beli konsumen dan kami tetap juga memperhatikan kompetitif dengan kompetitor. Tidak ada sesuatu yang spesial dengan kenaikan harga. Ini hal biasa," kata Irwan.
Dealer ke-128 Rp75 M
Kendati produk andalan kian mahal, di sisi lain Mitsubishi terus berupaya memasarkan lebih banyak produknya di pasar Indonesia. Merek asal Jepang ini sudah menyiapkan strategi salah satunya melalui pengembangan dealer.
Setia Hariadi, Head of Dealer Development Department MMKSI, mengatakan, hingga akhir tahun fiskal 2019 target pembangunan dealer mencapai 153 outlet.
Lihat juga:Alasan Mitsubishi Kini Sepi Sedan Performa |
Menurut Setya masing-masing dealer Mitsubishi mempunyai range 'harga' beda-beda. Nilai investasi tergantung di lokasi mana bangunan didirikan.
"Sampai sekarang sebetulnya sudah 130 outlet yang sudah operasi. Tapi yang baru diresmikan 128 dealer. Dan nilai sebuah dealer itu yang membuat mahal tentu dari tanah, kalau dekat kota pasti akan lebih mahal harganya," kata Setya. (ryh/fea)