"Kominfo menyampaikan bahwa sejak Jumat siang ini telah menyisir video rekaman penembakan yang beredar di internet dan media sosial. Sudah sekitar 500 posting yang ditapis dari berbagai platform sampai sore ini," kata Rudiantara dalam kultwit di akun Twitter resminya, Jumat (15/3).
Rudiantara mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai platform media sosial untuk menyaring konten penembakan di Selandia Baru.
Lihat juga:Kominfo Heran Hoaks 'Receh' Mudah Dipercaya |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak ikut menyebarkan video atau tautan terhadap konten kekerasan yang brutal tersebut. Kominfo akan terus memantau dan mengupayakan dengan maksimal penapisannya," ujar Rudiantara.
Rudiantara juga mengungkapkan duka yang mendalam bagi para korban penembakan. Ia mengatakan Presiden dan Wakil Presiden sudah mengecam keras kejadian ini dan menyampaikan duka yang mendalam kepada korban. (jnp/age)