Banyak orang menyayangkan Facebook tidak memiliki fitur penyaringan untuk memblokir konten kekerasan dengan cepat. Pengamat Teknologi Informatika dari ICT Institute Heru Sutadi menyarankan Facebook untuk menutup sementara fitur live streaming karena kegagalan Facebook memblokir video penembakan tersebut.
"Dengan kejadian di Selandia Baru, kita semua bersama-sama mempertanyakan atau menyerukan agar Facebook untuk sementara menutup layanan live streaming," kata Heru saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika menyediakan layanan live streaming harusnya Facebook memiliki fasilitas memonitor konten apa saja yang sedang tayang dan dalam hitungan detik dapat menghentikan tayangan bilamana terjadi hal yang negatif," kata Heru.
"Platform apa pun, yang memiliki kemampuan untuk menyiarkan tayangan secara langsung atau live streaming berpotensi digunakan dan dapat terjadi untuk hal-hal positif dan negatif," kata Heru.
Heru menjelaskan konten negatif yang disiarkan secara langsung bukan kali pertama terjadi di jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini.
"Di Jakarta, waktu itu ada orang gantung diri live di Facebook. Dan hari ini ada penembakan di mesjid yang disiarkan secara langsung dari Selandia Baru. Ini sepenuhnya tanggung jawab Facebook," ujar Heru. (jnp/age)