"Kami (tim peneliti LIPI) menduga bahwa hiu yang ditemukan merupakan hiu yang dipelihara masyarakat. Karena memang jenis ini merupakan salah satu jenis hiu yang biasa dimanfaatkan sebagai ikan hias di akuarium," jelas Selvia ketika dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan teks, Rabu (20/3).
Sebelumnya, warga Sentani terkejut dengan temuan ikan hiu di daratan pascabanjir bandang. Pasalnya, selama ini ikan hiu diketahui orang-orang sebagai ikan karnivora yang hidup dan berburu di lautan. Padahal Sentani ada di dataran tinggi, sehingga menimbulkan pertanyaan warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ratusan Hiu Penangkaran di Karimunjawa Mati |
Selvia lantas menunjukkan ciri ikan Hiu Karang Hitam yang ditandai dengan warna kehitaman ditiap-tiap ujung sirip hiu tersebut.
Tapi ia tak menampik kalau ada jenis hiu air tawar yang dinamakan Glyphis. Glyphis biasanya hidup di sungai dan terdiri dari tiga spesies. Ia juga menyebut kalai hiu dalam video itu tidak berkaotan dengan hiu khas danau Sentani yang disebut Pari Gergaji.
Lihat juga:Ratusan Hiu Penangkaran di Karimunjawa Mati |
Hiu Karang Hitam bisa dikenali dari ujung-ujung sirip ikan ini yang sedikit kehitaman. Hiu jantan mencapai kedewasaannya pada umur 4 tahun, sementara betinanya pada umur 7 tahun, Ikan ini dapat hidup hingga 13 tahun, dan terkadang lebih lama.
Hiu ini ada pada posisi 'hampir terancam' dalam Daftar Merah Spesies yang Terancam Punah oleh IUCN. (lea/eks)