"Ekspor perdana itu April tapi simbolis 26 Maret. Baru setelah itu ekspor bertahap," kata Marketing & After Sales Service Director Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy di Sentul, Jawa Barat, Rabu (20/3).
Menurut Jonfis, dua varian untuk memenuhi pasar luar negeri, yaitu RS dan Satya. Dijelaskan Jonfis nama Satya akan dihilangkan dan diganti dengan julukan lain, sebab titel 'Satya' cuma untuk pasar otomotif dalam negeri mengikuti ketentuan regulasi mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC)).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Spek LCGC juga sama saja tidak berubah. Tapi penyesuaian hanya Honda RnD yang tahu. Mungkin untuk fitur lain mereka boleh pilih atau enggak. Tapi basic mirip-mirip," kata Jonfis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mobil kecil ini Vietnam, Filipina, Indonesia suka. Kami juga bisa ekspor CBU karena setelah diluncurkan sukses," ungkapnya.
Belum Ada Rencana Ekspor ke Australia
Untuk saat ini Jonfis mengatakan bahwa hanya Brio diproduksi lokal yang akan diekspor. Tidak ada model lain yang dipersiapkan secara utuh atau completely build up (CBU) untuk memenuhi pasar otomotif luar negeri.
Ia juga menyatakan bahwa HPM belum ada niat mengikuti jejak Honda Thailand yang lebih dahulu mengekspor kendaraan ke pasar Australia. Kondisi itu untuk menghindari 'konflik' antara Honda Indonesia dan Honda Thailand.
"Australia juga ketat ya banyak peraturan ini itu. Jadi selain sudah ada dari (Honda) Thailand, belum ada juga market Brio di sana," kata Jonfis. (ryh/mik)