Fenomena yang dikenal sebagai Supermoon ini membuat Bulan akan terlihat bersinar lebih terang, dan terlihat lebih besar dari ukuran malam-malam sebelumnya.
Anda dapat melihat peristiwa supermoon ini menggunakan mata telanjang malam ini, akan tetapi untuk dapat melihat ukuran Bulan yang lebih besar, anda harus menggunakan teropong untuk melihat bulan, dan membandingkannya dengan ukuran bulan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:FOTO: Terang Supermoon di Berbagai Negara |
"Bila cerah, Supermoon bisa diamati sepanjang malam. Terbit sekitar pukul 18, tenggelam sekitar pukul 6 besok pagi. Tidak ada perubahan kasat mata sepanjang malam, sehingga waktu puncak tidak relevan," tulis Rhorom ketika dihubungi melalui pesan teks oleh CNN Indonesia, hari kamis (21/3).
Dengan demikian otomatis titik terdekat Bulan ini tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, Rhorom menjelaskan untuk dapat melihat ukuran bulan yang lebih besar, diperlukan semacam alat bantu, atau foto perbandingan.
Rhorom juga menambahkan himbauan terkait gelombang pasang yang kemungkinan akan terjadi bersamaan dengan siklon Trevor dan siklon Veronica, dan menyebabkan gelombang pasang tinggi.
"Saat supermoon, pasang surut pasti lebih tinggi dan masyarakat pesisir perlu memperhatikannya. Adanya siklon (Trevor dan Veronica) di sebelah selatan kepulauan Indonesia dapat menambah potensi gelombang tinggi di pesisir selatan yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia," tulis Rhorom. (lea/eks)