Lalu, siapa sebenarnya sosok di balik gim PUBG?
Sosok Brendan Greene mungkin tak pernah menduga jika gim buatannya PUBG akan populer dan menuai pro kontra dari banyak kalangan. Film 'Battle Royale 2000' mengispirasi Greene untuk mengembangkannya menjadi video gim PUBG.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kominfo Siap Blokir PUBG Usai Ada Kajian MUI |
Bisa dikatakan, DayZ sebagai gim favorit besutan Greene lantaran menampilkan simulasi militer secara realistis dan membuatnya belajar pemrograman. Gim ini juga menginspirasi Greene untuk membuat permainan 'baku tembak' multipemain, alur permainan yang diulang, dan peta permainan yang kecil sehingga mudah dihafal.
DayZ: Battle Royale juga menuai sukses di pasaran dan menjadi titik balik kehidupan Greene sebagai pembesut gim.
Tampilan antarmuka PUBG. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick) |
Mengutip Fragbite, perusahaan gim asal Korea Selatan Bluehole tertarik dengan permainan yang dibuat oleh Greene. Bluehole kemudian menawarkan Greene untuk bergabung dan menempati posisi sebagai creative director. Pria kelahiran tahun 1976 ini pun menerima tawaran tersebut.
Kesuksesan DayZ: Battle Royale mendorong Greene untuk menciptakan sesuatu dengan aspek yang lebih serampangan agar pemain tak mudah menerka jalan cerita dengan tingkat kesulitan tinggi. Kompetisi gim DayZ bernama Survivor GameZ yang disiarkan langsung melalui YouTube menginspirasinya untuk membuat gim serupa yang bisa dimainkan oleh banyak orang.
Tahun 2016 menjadi titik awal peredaran PUBG di kompetisi gim dunia. Saat itu, Greene dan tim mulai mengembangkan PUBG secara menyeluruh untuk dinikmati oleh masyarakat di seluruh lapisan.
Selang setahun, tepatnya 23 Maret 2017 PUBG dirilis secara resmi di toko gim, Steam. Dalam waktu enam bulan sejak dirilis, PUBG telah terjual sebanyak 50 juta kopi di PC dan Xbox One. Selain itu, PUBG juga masuk jajaran gim populer di Steam setelah Dota 2 dan Counter Strike: Global Offensive.
Lihat juga:5 Gim 'Baku Tembak' Serupa PUBG |
Setelah China, kemunculan PUBG di perangkat mobile diperluas ke Kanada. Gim serupa kemudian dirilis secara global pada 19 Maret 2018.
Setelah lima tahun berkutat dengan gim PUBG, Greene memulai proyek gim baru di bawah divisi 'PUBG Special Projects'. Greene menggambarkan proyeknya itu sebagai sesuai sesuatu yang benar-benar baru.
"Pengalaman dan ranah daring bisa menghubungkan kita dengan cara yang saya impikan ketika pertama kali duduk di depan komputer 30 tahun lalu. Dan mimpi-mimpi untuk menghubungkan orang lain itulah yang mendorong kami menggarap PUBG Special Project," tulis Greene sepert PC Gamer.
[Gambas:Video CNN]
(din/evn)
Tampilan antarmuka PUBG. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)