Pembaruan dalam perangkat lunak yang dinamakan Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) akan mengurangi tingkat keagresifan dari perangkat lunak tersebut agar bisa lebih dikendalikan oleh pilot.
Badan Aviasi Federal Amerika Serikat (FAA) telah memberi lampu hijau kepada pembaruan perangkat lunak tersebut. Kendati demikian pengecekan ulang dan tes lapangan harus dibutuhkan sebelum pembaruan ini diterapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari SlashGear, MCAS diyakini sebagai penyebab kecelakaan Lion Air yang menewaskan 189 orang pada Oktober lalu dan kecelakaan serupa yang dialami Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang pada Maret ini.
Perubahan juga termasuk pelatihan tambahan bagi pilot agar bisa mengendalikan MCAS. Pelatihan ini sebelumnya menurut FAA tidak diperlukan ketika 737 Max pertama kali diluncurkan.
FAA dilaporkan menentukan bahwa 737 Max memiliki fitur yang sama 737 versi sebelumnya. Oleh karena itu FAA mengatakan pilot tidak perlu mendapatkan pelatihan tambahan. FAA telah dituduh melakukan penyimpangan yang menyebabkan 737 Max tidak layak terbang. (jnp/eks)